Back    Edisi 1   Edisi 2   Edisi 3   Edisi 4

ISSN 1978-6077    Media Komunikasi STAINU Kebumen   Community  Think Globally Act Locally

 

COMMUNITY

Think Globally Act Locally

Pelindung
Ketua STAINU Kebumen
H. Bambang Sucipto
Penanggungjawab
Imam Satibi
Pimpinan Redaksi
Mustolih Brs
Editor & Layout
Mustolih
Dewan Redaksi
M. Luhamul Amani
Agus Supriyanto

Sirkulasi dan Fotografi
Agung Adi Wahyono
Reporter
Sam Edy Y, Miftahudin
Ubaidillah


Alamat Redaksi
Kampus STAINU Kebumen
Jl. Tentara Pelajar 55 B Kebumen
54316 Telp. 0287 385902
Website: http:\\www.stainukebumen.ac.id
E-mail : info@stainukebumen.ac.id


 Daftar Isi

1. Mengubah MI menjadi SD Plus

2. Kompetensi Pedagogik

3. MOU STAINU MA Se-Kabupaten

4. Kompetensi Pedagogik Profesionalisme Guru   

    Kelas.

5. Mari Berdamai Menjaga Bumi

6. Peran IKAS

7. Menjadi Pusat Multimedia Pembelajaran

8. Sosok (Berani Asal Benar)

9. Gerakan Ekstra Parlementer

10.Mempermudah Layanan Mahasiswa Dengan  Online

Salam Redaksi

Ibtidaiyah, seakan-akan merupakan Subordinasi dari Sistem Pendidikan Nasional, meskipun secara regulatif, UU Nomor 20 Tahun 2003, telah mengatur bahwa MI dengan SD secara yuridis sama. Tetapi dalam prakteknya masyarakat masih memandang bahwa MI itu 'buangan' dari SD, sekolah pinggiran, tidak berkualitas, dan pandangan miring lainnya.
MI, di beberapa tempat memang masih tertinggal
Karena persoalan di atas, maka masyarakat berbondong-bondong memasukkan anaknya ke SD Islam. Padahal hakikatnya SD Islam itu juga sama dengan Madrasah Ibtidaiyah, hanya terdapat beberapa inovasi.
Mengapa MI dianggap pinggiran, menurut amatan Community ada beberapa hal pertama dari pihak MI sendiri yang 'tak kunjung maju'. Manajemen yang perlu ditata lebih baik, dan yang paling penting adalah inovasi dan kreasi pembelajaran dari guru-guru MI itu sendiri yang paling menetukan.
Untuk itu STAINU Kebumen mendirikan pendidikan S1 PGMI, dengan harapan nantinya guru-guru MI menjadi inovatif, kreatif dan inisiatif sehingga pembelajaran yang dilakukan selalu segar, baru dan disukai anak-anak. Dengan begitu MI-MI di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya nantinya tidak boleh lagi dianggap pinggiran.
Edisi kali ini, Community mencoba memotret dinamika Madrasah Ibtidaiyah, dinamika guru-guru dan proses pembelajaran yang baik bagi MI, serta beberapa liputan dinamika kampus, mahasiswa dan civitas akademika STAINU Kebumen.
Ijinkan redaksi menambah satu kolom untuk penelusuran alumni. Bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni STAINU Kebumen, (IKAS).
Tentu saja mengubah paradigma pendidikan di MI, perlu waktu lama dan kegigihan. Untuk itulah kami memulai langkah pertama. (Brs).